Aneh : Anggaran Proyek Embung Berubah Menjadi Normalisasi

BIDIK EKSPRES - Indramayu - Masyarakat Desa Karanggetas Kecamatan Bangodua kecewa, karena kelompok tani "Karimun Maju" yang telah mengajukan proposal embung  senilai Rp. 199.752.000,- (Seratus Sembilan Puluh Sembilan Juta, Tujuh Ratus Lima Puluh Dua Ribu Rupiah) diluar harapan,  pasalnya dambaan dan harapan manis akan  adanya embung desa, kini telah berubah menjadi  pahit, ketika proyek yang direalisasi dengan anggaran ratusan juta itu, hanya mampu membuat bongkahan normalisasi saja, padahal embung desa adalah bagian dari Nawacita pemerintah Republik Indonesia melalui aturan Undang - undang desa no. 6 tahun 2014 tentang empat prioritas pembangunan desa. yang diantaranya adalah embung desa.

Kekecewaan itu diungkapkan oleh Ketua Gapoktan Karimun Maju Desa Karanggetas H. Nurwedi saat dikonfirmasi dirumahnya, pada Selasa (05/11/2019)

Ketua Gapoktan Karimun Maju  Desa Karanggetas H. Nurwedi saat dikonfirmasi awak media dirumahnya  menerangkan bahwa pembangunan embung tersebut diluar pengetahuannya, karena yang mengerjakan adalah pihak ketiga.

"Terus terang pak saya sebenarnya tidak tahu menahu soal pengurasan embung, karena proyek tersebut dikelola oleh pihak ketiga atau juksung, juga saya tidak tahu mulai kapan pelaksanaan, saya tidak pernah diberitahu  kabar pembangunannya, padahal saya sebagai ketua gapoktan, seharusnya saya mengetahuinya, agar ketika ada yang bertanya, maka saya mampu menjawabnya, "katanya.
[ads-post]
Ditambahkan H. Nurwedi bahwa hingga saat ini dirinya tidak pernah tahu, siapa pengelola proyek atau pihak ketiga yang melaksanakan pembuatan bung tersebut.

“Siapa pemborongnya saya tidak tahu, anggarannya berapa saya tidak tahu, juga masalah papan informasi saya tidak tahu, kalau masalah panjang pengurasan saya tahu, karena  saya juga ikut mengukur sekitar 200 meter, padalah tadinya mau ditembusin ke embung pindahan, mungkin kira-kira dari embung pertama mau dikerjakan 800 meter, dan sekarang berhenti pengurasannya dan alat beratnyapun  sudah diangkut enggak tahu kapan diselesaikannya, "imbuhnya.

Embung atau cekungan penampung air (retention basin) adalah cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan, serta untuk meningkatkan kualitas air seperti sungai atau danau.  Embung biasanya digunakan untuk menjaga kualitas air tanah, sebagai pencegah banjir, memperbaiki  estetika lingkungan hingga pengairan. Embung juga berguna menampung air pada saat musim hujan, lalu digunakan petani dan masyarakat untuk mengairi lahan di musim kemarau, namun sangat disayangkan  hingga berita ini dimuat, proyek embung tersebut hanya sebatas normalisasi atau pengurasan saja, bahkan pihak Kedinasan  terkait belum bisa memberikan jawaban, siapa pelaksana proyek siluman tersebut.

Pena
By.
Agus Karmat
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Agus Karmat

Ketua Gapoktan Karimun Maju Desa Karanggetas H.

Posting Komentar

[facebook][disqus]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget